Author: Sopia

Pondex Forte: Obat Apa, Manfaat, dan Efek Samping

Dalam upaya menjaga kesehatan, seringkali kita menemui berbagai jenis obat yang tersedia di pasaran. Salah satu yang mungkin sudah sering terdengar adalah Pondex Forte. Dalam artikel ini, kita akan mengupas lebih lanjut mengenai Pondex Forte obat apa, termasuk fungsi, manfaat, dan potensi efek samping yang mungkin timbul.

Informasi ini sangat penting, terutama bagi mereka yang belum familiar dengan dunia kesehatan. Untuk memastikan keakuratan informasi, kami merujuk pada berbagai sumber kesehatan yang terpercaya.

Apa itu Pondex Forte?

Pertama-tama, mari kita kenali Pondex Forte secara umum. Pondex Forte adalah jenis obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Secara khusus, Pondex Forte termasuk dalam kategori obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang sering digunakan untuk meredakan peradangan dan nyeri.

Obat ini dapat digunakan untuk berbagai kondisi, termasuk sakit gigi, nyeri otot, dan bahkan kondisi yang melibatkan peradangan seperti arthritis.

Manfaat Pondex Forte

  1. Meredakan Nyeri dan Peradangan

Pondex Forte memiliki kandungan antiinflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada berbagai bagian tubuh. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang umum digunakan oleh mereka yang mengalami keluhan seperti sakit gigi, nyeri sendi, atau bahkan nyeri setelah operasi.

  1. Mengurangi Demam

Selain meredakan nyeri, Pondex Forte juga dapat membantu mengurangi demam. Komponen-komponen aktif dalam obat ini dapat bekerja untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat akibat infeksi atau penyakit lainnya.

  1. Penggunaan pada Berbagai Kondisi Kesehatan

Pondex Forte sering diresepkan oleh dokter untuk pengobatan kondisi tertentu seperti arthritis, bursitis, dan kondisi inflamasi lainnya. Dalam hal ini, penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang diberikan oleh tenaga medis.

Efek Samping Potensial

Meskipun Pondex Forte memiliki manfaat yang signifikan, seperti halnya obat-obatan lainnya, penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin timbul antara lain:

  1. Gangguan pada Sistem Pencernaan

Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko iritasi lambung atau kerusakan pada saluran pencernaan.

  1. Risiko Pendarahan

OAINS dapat meningkatkan risiko pendarahan, terutama pada orang yang memiliki riwayat masalah perdarahan atau sedang menggunakan obat pengencer darah lainnya.

  1. Gangguan pada Ginjal

Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat berpotensi merusak fungsi ginjal.

Kesimpulan

Pondex Forte merupakan obat yang dapat memberikan manfaat signifikan dalam meredakan nyeri, peradangan, dan demam.

Namun, penting untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan yang diberikan oleh dokter atau apoteker. Sebelum menggunakan obat ini, konsultasikan dengan tenaga medis untuk memastikan bahwa Pondex Forte sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Panduan Cara Memulai Obrolan dengan Orang Baru Agar tak Canggung

Keterampilan sosial yang baik adalah kunci untuk membina hubungan yang positif dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu langkah awal yang penting adalah mampu memulai obrolan dengan orang baru. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips praktis tentang cara memulai obrolan dengan orang baru dengan percaya diri dan ramah.

1. Beri Senyuman Ramah

  • Pendekatan
    • Memberikan senyuman adalah cara sederhana namun efektif untuk memulai interaksi dengan positif. Senyuman yang hangat dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat orang merasa diterima.
  • Contoh
    • “Halo! Senang bertemu denganmu. Bagaimana harimu?”

2. Tanyakan Pertanyaan Terbuka

  • Pendekatan
    • Bertanya tentang topik yang memungkinkan jawaban yang lebih dari sekadar “ya” atau “tidak” membuka pintu untuk percakapan yang lebih dalam.
  • Contoh
    • “Apa kegiatan favoritmu untuk mengisi waktu luang?”

3. Temukan Kesamaan

  • Pendekatan
    • Mencari kesamaan atau minat bersama bisa menjadi landasan yang kuat untuk membangun koneksi. Ini dapat menciptakan rasa keterikatan yang alami.
  • Contoh
    • “Saya juga suka pergi ke toko buku lokal. Apakah kamu memiliki buku favorit?”

4. Dengarkan dengan Aktif

  • Pendekatan
    • Mendengarkan dengan aktif adalah keterampilan yang penting. Tunjukkan minat pada apa yang dikatakan orang baru dan tanggapi dengan penuh perhatian.
  • Contoh
    • “Oh, itu menarik! Ceritakan lebih banyak tentang pengalamanmu.”

5. Jangan Takut Terlihat Penuh Percaya Diri

  • Pendekatan
    • Memiliki postur tubuh yang tegap dan menyuarakan diri dengan jelas dapat menunjukkan kepercayaan diri. Ini bisa membuat orang lebih nyaman berbicara dengan Anda.
  • Contoh
    • “Saya benar-benar senang bisa berbicara denganmu. Apa pendapatmu tentang…?”

6. Gunakan Isyarat Tubuh Positif

  • Pendekatan
    • Isyarat tubuh seperti kontak mata, mengangguk, atau senyum kecil dapat memberikan pesan positif dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar terlibat dalam percakapan.
  • Contoh
    • “Saya sangat setuju dengan yang kamu katakan tadi.”

7. Hindari Topik yang Sensitif

  • Pendekatan
    • Saat memulai obrolan dengan orang baru, hindari topik-topik yang dapat menjadi sensitif atau kontroversial. Fokuslah pada topik yang ringan dan positif.
  • Contoh
    • “Apa kegiatan favoritmu di musim panas?”

8. Terapkan Prinsip Keterbukaan

  • Pendekatan
    • Berbagi sedikit tentang diri sendiri dapat menciptakan suasana akrab. Namun, pastikan untuk tetap membuka ruang bagi orang lain untuk berbicara.
  • Contoh
    • “Saya baru-baru ini mencoba kegiatan baru, yaitu…”

9. Bersikap Positif dan Optimis

  • Pendekatan
    • Bersikap positif dapat menular. Menunjukkan sikap optimis dapat menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan menyegarkan.
  • Contoh
    • “Saya selalu mencari sisi positif dari setiap situasi.”

10. Pahami Batas Privasi

  • Pendekatan
    • Pahami batas privasi dan jangan terlalu menanyakan hal-hal pribadi. Biarkan orang baru membagikan informasi yang mereka rasa nyaman untuk dibagikan.
  • Contoh
    • “Jika ada yang tidak ingin kamu ceritakan, aku sepenuhnya bisa mengerti, kok.”

Kesimpulan

Memulai obrolan dengan orang baru bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan jika dilakukan dengan sikap terbuka dan ramah. Dengan mempraktikkan keterampilan ini, Anda dapat membangun koneksi yang lebih kuat dan lebih mendalam dalam hubungan sosial Anda.

Penyebab dan Cara Mencegah Perut Panas saat Hamil

Pada dasarnya tubuh wanita selama mengandung memang mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun psikis. Salah satu perubahan yang umum terjadi pada wanita hamil yaitu kondisi perut yang sering kali terasa panas. Sebenarnya, perut panas saat hamil adalah kondisi yang umum terjadi.

Seiring berjalannya kehamilan, janin yang ada dalam rahim akan tumbuh dan mendesak uterus. Selain itu, janin yang semakin membesar juga akan memperlambat kerja pencernaan dan membuat asam lambung dari perut naik menuju ke tenggorokan.

Nah, untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi perut panas saat hamil, kamu bisa simak ulasan berikut ini sampai selesai.

Penyebab Perut Panas Saat Hamil

Pasti sebagian besar wanita pernah mengalami sensasi perut panas saat hamil. Menurut Healthline, penyebab perut panas saat hamil umumnya disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh secara keseluruhan atau indikasi gangguan kesehatan. Berikut beberapa penyebab perut panas saat hamil:

1. Perubahan kadar hormon

Tingkat hormon wanita berubah selama kehamilan yang mempengaruhi cara menoleransi dan mencerna makanan. Selama kehamilan, hormon sering kali memperlambat sistem pencernaan.

Akibatnya makanan bergerak lebih lambat dan menyebabkan perut terasa kembung serta mulas.

2. Pembesaran rahim

Saat bayimu tumbuh, rahimmu pasti akan membesar. Pembesaran ini dapat memadati perut dan mendorong asam lambung ke atas menuju kerongkongan kamu. Hal inilah yang menyebabkan mulas lebih sering terjadi selama trimester ketiga.

3. Heartburn

Heartburn merupakan sensasi panas atau terbakar akibat adanya refluks dari asam lambung menuju tenggorokan dan mengiritasi lapisannya. Efeknya, wanita hamil akan merasakan panas di perut dan tenggorokannya. Meskipun bukan kondisi yang berbahaya, perut panas saat hamil dapat membuat wanita merasa tidak nyaman.

Baca juga: Penyebab kanker payudara

Cara Sederhana Mengatasi Perut Panas Saat Hamil

Secara umum, cara mengatasi perut panas saat hamil dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup. Selain itu, ibu hamil juga harus mulai mengubah pola makan dan mulai melakukan kebiasaan yang dapat membantu mengatasi perut panas saat hamil seperti:

  1. Melakukan peregangan bagian lengan ke atas kepala
  2. Gunakan pakaian tipis
  3. Perbanyak minum air putih
  4. Minum susu
  5. Hindari minuman berkafein dan beralkohol.
  6. Hindari makanan pedas
  7. Hindari mandi air dingin
  8. Hindari makanan berat sebelum tidur
  9. Nikmati makanan dingin
  10. Tetap terhidrasi

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Setelah kamu mempraktikkan cara pencegahan di atas namun masih merasakan panas pada perut, maka kamu harus segera mencari pertolongan medis. Apalagi jika kamu merasakan gejala berikut:

  • Mual panas tidak kunjung hilang dan disertai maag atau sembelit.
  • Tekanan darah naik hingga ke atas batas normal.
  • Merasakan panas dan sakit pada perut serta tulang rusuk.
  • Mengalami penurunan berat badan yang drastis karena kesulitan makan, kerap mual, dan muntah parah.

Jika sudah mengalami beberapa tanda di atas, biasanya dokter akan memberikan atau merekomendasikan obat OTC yang aman untuk mengatasi rasa panas pada perut. Selain itu, dokter biasanya juga akan memberikan resep obat yang sesuai dengan kondisi si ibu.

Untuk jenis obatnya mulai dari ranitidine hingga omeprazole jika perut terasa panas disertai maag. Ada juga Antasida untuk menetralkan asam lambung, dan Alginates untuk mengurangi rasa panas di perut.

Demikianlah ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi perut panas saat hamil. Menjaga kesehatan selama hamil adalah hal penting demi menjaga kondisi calon buah hati serta untuk  mempersiapkan persalinan. Untuk itu, jika merasakan masalah kesehatan selama hamil, sebaiknya langsung periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Bukan Sekedar Hobi, Inilah Manfaat Olahraga Sepeda untuk Kesehatan

Bersepeda menjadi salah satu kegiatan yang digandrungi oleh banyak orang. Tak hanya sekedar hobi, terdapat banyak manfaat olahraga sepeda untuk kesehatan loh. Selain bermanfaat untuk kesehatan, kegiatan bersepeda juga akan menyenangkan apalagi jika dilakukan dengan keluarga atau teman.

Lalu apa saja manfaat olahraga sepeda? Simak ulasannya berikut ini:

1. Menjaga kesehatan jantung dan mencegah gangguan pembuluh darah

Manfaat olahraga sepeda yang pertama adalah menjaga kesehatan jantung dan mencegah gangguan pembuluh darah. Olahraga sepeda dapat merangsang dan menjaga kesehatan jantung, paru-paru, melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Dengan sistem kardiovaskular yang baik, maka risiko terkena penyakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi dapat dikurangi sehingga Kamu dapat hidup lebih sehat.

2. Mengurangi risiko kanker

Penelitian dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa seseorang dengan tubuh yang bugar memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker paru dan kanker kolorektal.

Mengonsumsi makanan yang sehat dikombinasikan dengan olahraga sepeda dapat membantu dalam hal ini. Bagi orang yang sudah terkena kanker, manfaat dari bersepeda juga dapat dirasakan.

3. Mengontrol berat badan

Manfaat olahraga sepeda untuk kesehatan yang selanjutnya adalah mengontrol berat badan. Jika ingin memiliki badan yang ideal tentu harus memperhatikan berat badan. Salah satu cara untuk mengontrol berat badan supaya tetap ideal adalah dengan olahraga sepeda.

Olahraga sepeda dapat meningkatkan metabolisme, membangun otot dan membakar lemak tubuh. Bersepeda selama kira-kira 1 jam dapat membakar setidaknya sebanyak 600 kalori.

Supaya mendapatkan hasil yang optimal, lakukan olahraga sepeda dan kombinasikan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.

4. Menghindari diabetes

Manfaat yang selanjutnya adalah menghindari diabetes. Kurangnya melakukan aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab seseorang terkena penyakit diabetes. Olahraga sepeda dapat menjaga kestabilan produksi hormone insulin yang ada dalam tubuh.

Lakukan olahraga ini secara teratur maka Kamu akan terhindar dari penyakit diabetes.

5. Merawat persendian

Olahraga bersepeda dapat memperkuat otot kaki,paha, betis, lengan, bahu, perut, pinggul dan bokong. Bersepeda mampu merawat persendian dan menghindari kekakuan tubuh terutama di usia tua.

Melakukan olahraga sepeda secara teratur dapat membantu sendimu tetap kuat dan sehat.

6. Memperpanjang usia

Aktivitas bersepeda merupakan aktivitas yang mudah untuk dilakukan. Namun jangan salah, bersepeda ternyata mampu memperpanjang usia seseorang loh.

Melakukan olahraga sepeda dengan intensitas yang tinggi dapat mencegah tubuh mengalami penuaan yang lebih cepat hingga ke tingkat sel. Hal tersebut karena aktivitas fisik berat mampu meningkatkan fungsi dan kapasitas mitokondria yang dapat membuatmu menjadi lebih awet muda.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa mantan pesepeda Tour de France memiliki usia rata-rata 81,5 tahun, sementara orang pada umumnya memiliki usia rata-rata 73,5 tahun.

7. Menurunkan tingkat stres

Manfaat olahraga sepeda untuk kesehatan yang terakhir adalah menurunkan tingkat stres. Stres dapat dipicu oleh berbagai hal, menghindari stres mampu menjaga kesehatan mental kamu.

Ketika melakukan aktivitas bersepeda, maka tubuh akan menurunkan kadar hormon stres seperti adrenalin dan kortisol dalam tubuh manusia. Tidak hanya itu, melihat pemandangan yang indah ketika bersepeda juga mampu menurunkan tingkat stres.

Itulah beberapa manfaat olahraga sepeda. Jika Kamu memiliki waktu luang, sempatkan untuk bersepeda supaya badan tetap sehat dan bugar.

Muntah Darah Saat Hamil: Penyebab, Gejala, dan Tindakan yang Perlu Diambil

Muntah selama kehamilan adalah salah satu gejala yang umum dialami oleh sebagian besar wanita. Namun, ketika muntah disertai dengan darah, kekhawatiran dan kepanikan mungkin timbul. Artikel ini akan membahas muntah darah saat hamil, menyediakan informasi tentang penyebab, gejala, serta tindakan yang perlu diambil untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Penyebab Muntah Darah Saat Hamil

  1. Pilek atau Infeksi Saluran Pernapasan: Infeksi pada saluran pernapasan, seperti pilek atau infeksi tenggorokan, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mengakibatkan muntah darah.
  2. Hipersalivasi atau Peningkatan Air Liur: Beberapa wanita hamil mengalami hipersalivasi, di mana produksi air liur meningkat. Air liur yang berlebihan dapat membuat wanita hamil lebih rentan terhadap muntah darah saat hamil.
  3. Refleks Muntah yang Kuat: Kondisi refleks muntah yang kuat, seperti pada hiperemesis gravidarum (muntah hebat selama kehamilan), dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan munculnya darah saat muntah.
  4. Inflamasi atau Irritasi pada Lambung: Penyakit lambung, seperti gastritis atau tukak lambung, dapat menyebabkan inflamasi atau iritasi pada lambung dan esofagus, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan muntah darah.
  5. Varises Esofagus: Peningkatan tekanan pada pembuluh darah esofagus dapat menyebabkan varises esofagus, yang dapat pecah dan menyebabkan muntah darah.

Gejala Muntah Darah Saat Hamil

  • Muntah yang disertai dengan darah segar atau darah yang sudah tercerna.
  • Nyeri atau sensasi terbakar di perut.
  • Kehitaman atau kegelapan pada muntah.
  • Lemah, pusing, atau pingsan.

Kapan Harus Segera Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika seorang wanita hamil mengalami muntah darah, terutama jika disertai dengan gejala seperti:

  • Kehilangan Kesadaran: Pingsan atau kehilangan kesadaran setelah muntah darah.
  • Perdarahan Berat: Perdarahan yang berat atau terus menerus.
  • Nyeri Perut yang Parah: Nyeri perut yang hebat dan tidak bisa diatasi.
  • Muntah Darah Lebih dari Satu Kali: Muntah darah yang terjadi lebih dari satu kali.
  • Sulit Bernapas: Kesulitan bernapas atau napas berbunyi saat bernapas.

Tindakan Pertolongan Pertama

  1. Segera Cari Bantuan Medis: Jika mengalami gejala serius, segera cari bantuan medis. Ini mungkin memerlukan kunjungan ke unit gawat darurat atau panggilan ke nomor darurat setempat.
  2. Hindari Konsumsi Obat-obatan Sendiri: Hindari mengonsumsi obat-obatan tanpa rekomendasi dokter. Beberapa obat-obatan mungkin tidak aman selama kehamilan.
  3. Pertahankan Hidrasi: Meskipun muntah, penting untuk tetap terhidrasi. Cobalah minum air sedikit-sedikit atau menggunakan es serut jika air minum biasa sulit ditoleransi.
  4. Istirahat yang Cukup: Beristirahatlah dengan cukup untuk membantu tubuh pulih dari kelelahan akibat muntah berlebih.

Diagnosis dan Pengobatan

  1. Pemeriksaan Fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan untuk memahami kondisi lebih lanjut.
  2. Endoskopi: Endoskopi dapat dilakukan untuk melihat langsung kondisi saluran pernapasan dan lambung.
  3. Tes Darah dan Urine: Tes darah dan urine mungkin dilakukan untuk menilai kesehatan umum dan mencari tanda-tanda infeksi atau masalah lain.
  4. Pengobatan yang Sesuai: Pengobatan akan ditentukan berdasarkan penyebab muntah darah. Ini bisa mencakup pemberian obat untuk mengurangi muntah, antibiotik untuk infeksi, atau tindakan medis lainnya.

Kesimpulan

Muntah darah saat hamil adalah gejala serius yang memerlukan perhatian medis segera. Meskipun dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin.

Wanita hamil yang mengalami muntah darah sebaiknya segera mencari bantuan medis dan tidak menunda-nunda untuk memastikan keselamatan mereka dan perkembangan kehamilan dengan baik. Ingatlah bahwa informasi dalam artikel ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter atau profesional kesehatan yang berwenang.

Penyebab Bercak Putih di Wajah dan Cara Menghilangkannya

Bercak putih di wajah memang menganggu penampilan. Kamu pun jadi ingin menghilangkannya dengan segera.

Untuk itulah, kamu perlu mengenali penyebab dan cara menghilangkan bercak putih di wajah. Ini karena setiap bercak putih memiliki penyebab dan cara menghilangkan yang berbeda. Untuk mengetahuinya, silakan simak artikel di bawah ini.

Penyebab Bercak Putih di Wajah

Bercak putih yang muncul di wajah bisa terjadi karena beberapa hal ini:

Cedera Kulit

Penyebab pertama munculnya bercak putih di wajah adalah cedera pada kulit. Misalnya karena luka gores, infeksi, iritasi, ataupun luka bakar yang membuat jaringan kulit menjadi rusak.

Jika jaringan kulit rusak, kulit mungkin saja kehilangan pigmentasi sehingga terlihat ada bercak putih.

Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan hilangnya pigmentasi kulit. Vitiligo merupakan kondisi di mana munculnya bercak putih kecil yang kemudian meluas seiring dengan berjalannya waktu.
Hingga kini, vitiligo belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, penyebab yang mungkin ialah penyakit autoimun, kondisi lingkungan, dan genetik.

Tinea versicolor

Tinea versicolor biasa dikenal dengan panu. Kondisi ini disebabkan oleh jamur dan ditandai dengan bintik putih yang bersisik atau kering. Biasanya, panu juga disertai dengan rasa gatal yang sangat menganggu.

Tinea versicolor lebih rentan terjadi dialami pada orang yang memiliki kulit berminyak dan banyak berkeringat. Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun juga memengaruhi munculnya bercak putih panu pada wajah.

Pityriasis alba

Pityriasis alba adalah kondisi kulit yang sejenis eksim. Kondisi ini memunculkan bercak putih di dagu atau pipi yang berbentuk lonjong atau bahkan tidak beraturan. Bercak putih itu pun terlihat kering, bersisik, bahkan mengelupas.

Pityriasis alba biasa dialami oleh anak berusia 3 hingga 16 tahun. Selain pada anak-anak, Pityriasis alba juga bisa dialami oleh orang dewasa yang memiliki alergi. Meski sering dialami, kondisi kulit ini belum diketahui penyebab pastinya hingga sekarang.

Sun Spot

Sun spot merupakan kelainan kulit karena terkena terlalu banyak dan terlalu lama paparan sinar matahari. Kondisi yang juga dikenal dengan istilah hipomelanosis gutata idiopatik ini memiliki gejala bercak warna putih pada wajah, lengan, atau tungkai.

Sun spot sebenarnya tidak berbahaya karena tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri. Akan tetapi, sun spot akan menganggu penampilan penderitanya karena sulit dihilangkan.

Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik dikenal dengan nama eksim. Kelainan kulit ini disebabkan oleh alergi. Pada umumnya, penderita dermatitis atopik memiliki kulit yang kering.

Gejala yang muncul pada penderita dermatitis atopik adalah munculnya bercak putih atau kemerahan di bagian wajah, lengan, atau tungkai. Bercak tersebut sangat gatal, terutama di malam hari.

Milia

Milia sering juga disebut sebagai bercak susu atau milk spots. Milia menghasilkan bercak putih di wajah dengan ukuran yang kecil dan agak menonjol. Biasanya, milia muncul di area pipi, hidung, dan sekitar mata.

Penyebab milia yang paling umum adalah alergi terhadap produk muka ataupun paparan sinar matahari.

Cara Menghilangkan Bercak Putih di Wajah

Jika muncul bercak putih di wajah, kamu perlu segera menghilangkannya. Berikut caranya:

Mengoleskan Produk Antijamur

Jika bercak putih yang muncul disebabkan oleh jamur seperti panu, kamu bisa mengoleskan produk antijamur yang direkomendasikan oleh dokter. Selain dalam bentuk krim atau losion, biasanya dokter juga akan memberi tablet minum antijamur.

Mengganti Produk Kecantikan Wajah

Cara kedua untuk menghilangkan bercak putih di wajah adalah mengganti produk kecantikan wajah. Cara ini manjur untuk bercak putih yang muncul karena alergi produk kecantikan.

Menggunakan Sunscreen

Sunscreen atau tabir surya perlu digunakan untuk melindungi wajah dari sinar UV dan mengobati bercak putih di wajah. Sunscreen harus digunakan kembali setiap 2 atau 3 jam untuk mendapatkan perlindungan yang terbaik.

Mengoleskan Krim Kortikosteroid

Krim kortikosteroid biasa diberikan dokter untuk mengobati bercak putih karena dermatitis atopik. Krim ini membutuhkan pengawasan dokter karena memiliki efek buruk jika digunakan jangka panjang. Efek sampingnya adalah tumbuhnya bulu-bulu halus di kulit, penipisan kulit, dan pelebaran pembuluh darah di kulit.

Menggunakan Pelembab

Pelembab bisa digunakan untuk menghilangkan bercak putih karena Pityriasis alba. Pelembab akan membuat tampilan bersisik pada bercak Pityriasis alba semakin berkurang. Contoh pelembab yang bisa dipakai adalah petroleum jelly atau krim.

Fototerapi

Fototerapi adalah teknik kecantikan kulit yang menyinari wajah dengan sinar UV-A dan UV-B. Teknik ini merupakan salah satu bentuk terapi bagi penderita vitiligo.

Supaya lebih efektif, fototerapi umumnya dilakukan 2 atau 3 kali seminggu. Namun, pemberian terapi kembali lagi pada kondisi pasien.

Laser

Laser merupakan terapi di dokter kecantikan yang digunakan untuk menghilangkan bercak putih. Terapi ini bisa digunakan untuk bercak putih yang terjadi karena sun spot.

Bercak putih di wajah dapat muncul karena beragam penyebab. Sebelum memilih langkah penanganan, kenali dulu penyebab bercak putih yang muncul di wajahmu. Untuk melakukannya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kulit dan kecantikan.

Sumber:

https://www.sehatq.com/artikel/bercak-putih-di-wajah

https://www.klikdokter.com/info-sehat/kulit/ada-bercak-putih-di-wajah-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya

https://www.alodokter.com/ini-penyebab-bercak-putih-di-wajah-dan-cara-mengobatinya

Apa Perbedaan Diabetes Kering dan Basah? Ini Penjelasannya

Di masyarakat secara umum Kamu pasti pernah mendengar istilah diabetes kering dan diabetes basah. Kedua istilah ini muncul untuk menyebut jenis penyakit diabetes dengan perbedan ciri yang spesifik yakni munculnya luka yang tertutup atau luka yang terbuka dan sulit sembuh di tubuh penderita diabetes.

Apa sebenarnya perbedaan diabetes kering dan basah? Manakah yang lebih berbahaya? Yuk terus simak artikel ini untuk mengetahui perbedaan diabetes kering dan basah lebih lanjut.

Dalam dunia medis, sebenarnya tidak ada istilah jenis diabetes kering dan diabetes basah. Dalam pandangan medis keduanya sama-sama termasuk ke dalam jenis diabetes tipe 2 atau diabetes melitus.

Menurut Kemenkes, diabetes melitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin. Resistensi insulin ini sendiri merupakan kondisi saat pankreas dalam tubuh memproduksi insulin secara berlebihan. Pada kondisi tubuh yang tidak mampu menerapkan insulin dengan benar maka kondisi ini akan menyebabkan kadar gula darah meningkat.

Faktor Penyebab Diabetes Melitus

Beberapa faktor yang dapat jadi penyebab penyakit diabetes melitus yakni:

  • Gaya hidup

Gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko seseorang terjangkit diabetes adalah utamanya terkait soal kebiasaan makan makanan yang tinggi kadar gulanya seperti minuman kemasan, minuman manis, es krim, snack-snack manis tinggi gula, kue pastry dan dessert yang tinggi gula, makan makanan berbahan tepung, serta kebanyakan konsumsi nasi putih yang tinggi gula.

Selain itu, pola hidup yang tidak teratur, utamanya soal jam makan serta jam istirahat (tidur) dapat menyebabkan kekacauan metabolisme.

Kebiasaan makan atau ngemil yang terus-menerus dapat memicu kekacauan sirkulasi jam biologis tubuh, membuat pankreas secara terus-menerus memproduksi insulin untuk mencerna gula dan pada titik tertentu justru menyebabkan resistensi insulin. 

  • Kelebihan berat badan

Kondisi kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat memicu munculnya penyakit diabetes. Umumnya orang dengan kelebihan berat badan komposisi tubuhnya tidak seimbang dan lebih banyak prosentase lemaknya.

Tingginya persentase lemak ini biasanya disebabkan oleh kelebihan konsumsi makanan-makan yang tinggi gula dan juga tinggi lemak jahat yang tinggi kalori dan berpotensi tinggi memicu kekacauan metabolisme serta terjadinya resistensi insulin.

  • Kurang olahraga

Penyebab lainnya adalah kurangnya aktivitas yang membutuhkan tubuh untuk bergerak aktif atau olahraga. Kurangnya aktivitas membuat tubuh akhirnya menyimpan kelebihan tenaga atau kalori yang bersumber dari makan yang dikonsumsi menjadi cadangan lemak.

Kelebihan cadangan lemak dapat menyebabkan kegemukan dan pada kondisi tertentu menjadikan kekacauan metabolisme, termasuk juga resistensi insulin.

  • Genetik

Faktor terakhir yang juga tak kalah penting untuk diwaspadai adalah faktor genetik. Orang yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes biasanya lebih mudah terjangkit diabetes melitus juga.

Untuk mencegah hal ini, Kamu perlu untuk menerapkan pola hidup yang baik dan teratur serta memilih makan makanan yang sehat dan tidak mengkonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan.

Ciri Diabetes Melitus Tipe 2

Terkadang, banyak orang tidak terlalu menyadari munculnya penyakit diabetes dalam dirinya. Hal ini dapat dimungkinkan terjadi karena di awal kemunculannya penyakit ini tidak memberi gejala yang terlalu signifikan.

Namun, ada beberapa ciri yang bisa Kamu waspadai untuk mengantisipasi adanya penyakit diabetes dalam tubuhnya, antaranya:

  1. Kebiasaan sering buang air kecil

Kondisi yang disebut juga poliuria ini muncul karena kadar gula yang sangat tinggi sehingga menyebabkan ginjal tidak mampu menyerap dan mengolahnya, sehingga harus dibuang dari dalam tubuh dalam bentuk urine.

  1. Gampang haus dan lapar

Kondisi sering buang air kecil dapat menjadikan tubuh merasa dehidrasi dan memicu rasa haus. Sedangkan rasa mudah lapar disebabkan oleh resistensi insulin yang menyebabkannya tidak bisa bekerja dengan baik dalam mengubah gula menjadi energi sehingga timbul rasa lapar sebagai sinyal dari tubuh yang kurang mendapat nutrisi karena nutrisi makan tidak diserap dengan baik.

  1. Kulit terasa kering dan terkadang gatal

Pada penderita diabetes akan timbul beberapa masalah kulit seperti kering, kasar, pecah-pecah, bersisik, hingga gatal0gatal. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan cairan dan menyebabkan kulit kehilangan kelembaban alaminya.

  1. Mudah merasa lelah dan mengantuk

Kondisi ini disebabkan oleh sel-sel dalam tubuh tidak mendapat nutrisi dan asupan tenaga sehingga selalu memberi sinyal lelah dan mengantuk untuk menghemat tenaga.

  1. Fungsi penglihatan yang menurun

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf di area mata. Kamu hendaknya waspada jika sering mengalami penglihatan yang kabur, buram, atau keruh. Bahkan pada kondisi yang parah dapat memicu terjadinya katarak, glaukoma, bahkan kebutaan.

  1. Adanya luka yang sulit sembuh

Adanya luka yang sulit sembuh pada tubuh penderita diabetes disebabkan oleh pembuluh darah yang rusak.

Kerusakan pembuluh darah ini menyebabkan pembuluh darah kehilangan kemampuan untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak karena terluka sehingga luka tidak kunjung sembuh. Hal inilah yang sering orang sebut sebagai diabetes melitus basah.

Sedangkan pada diabetes melitus kering, pembuluh darah yang rusak tidak mampu mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh dengan optimal sehingga sel serta jaringan yang tidak mendapat cukup nutrisi akan mati. Sel serta jaringan mati inilah yang timbul sebagai luka menghitam yang kering di permukaan kulit.

Demikian penjelasan mengenai penyakit diabetes melitus tipe 2. Baik diabetes kering maupun basah ini bisa dikatakan cukup berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta komplikasi penyakit lainnya.

Kapan Dibutuhkan Infus Tangan Wanita untuk Terapi?

Terapi infus merupakan suatu metode di mana obat atau cairan diberikan melalui jarum maupun kateter. Biasanya digunakan untuk obat yang tidak bisa dikonsumsi secara langsung dan perlu dikeluarkan dengan kecepatan yang terkendali. Berikut penjelasan lengkap mengenai terapi infus tangan wanita!

Apa itu Terapi Infus?

Terapi infus adalah ketika kamu menerima obat melalui kateter atau jarum, biasanya secara intravena [IV]. Jenis lain dari terapi infus, yaitu epidural, subkutan, dan intramuskular. Terapi infus digunakan apabila ada obat yang tidak bisa dikonsumsi secara oral karena akan kehilangan keefektifannya ketika terkena sistem pencernaan.

Apabila kamu pernah dirawat di rumah sakit, kamu mungkin akan memiliki infus untuk memastikan bahwa kamu tetap terhidrasi dan agar obat bisa terserap dengan cepat. Itu juga contoh terapi infus, contoh lainnya adalah pompa insulin yang melepaskan insulin tepat di bawah kulitmu.

Terapi infus bisa digunakan untuk memberikan nutrisi dan berbagai jenis obat, termasuk:

  • Antibiotik
  • Antijamur
  • Antivirus
  • Kemoterapi
  • Kortikosteroid
  • Hormon pertumbuhan
  • Penggantian imunoglobulin
  • Obat jantung inotropik
  • Imunoterapi

Kondisi yang Memerlukan Terapi Infus

Terapi infus bisa digunakan untuk kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan umum untuk berbagai jenis kanker. Terapi infus memungkinkan pengiriman obat kemoterapi langsung ke alirand arah. Hal ini juga memungkinkan kamu untuk menerima obat anti mual dan lainnya tanpa memerlukan lebih banyak jarum.

Terapi infus tangan wanita juga bisa digunakan untuk memberikan bagi berbagai kondisi, seperti:

  • Faktor pembekuan darah untuk hemofilia
  • Terapi penggantian imunoglobulin untuk hipermaglobulinemia
  • Koktail obat untuk migrain
  • Kortikosteroid dan obat lain untu multipe sclerosis
  • Plasma kaya trombosit untuk osteoartritis
  • Insulin untuk diabetes tipe 1
  • Infeksi berat seperti selulitis, pneumonia, dan sepsis
  • Gangguan hiperkoagulasi yang bisa menyebabkan pembekuan darah

Prosedur Terapi Infus

Terapi infus biasa dilakukan di lingkungan klinis, seperti kantor dokter, rumah sakit, pusat infus, atau fasilitas rawat jalan. Beberapa jenis terapi infus bisa diberikan oleh penyedia layanan kesehatan di rumah.

Saat melakukan setiap sesi infus, maka perlu menggunakan jarum suntik baru. Jadi, apabila kamu memerlukan alternatif untuk jalur infus, maka garis tengah bisa dimasukkan ke dada, tangan, leher, atau selangkangan dalam waktu yang lama.

Sebelum memulai memasang, perawat akan melakukan pemeriksaan untuk proses verifikasi. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan:

  • Memeriksa identitas
  • Obat yang tepat dan dosis yang tepat
  • Waktu yang tepat, karena beberapa obat diberikan pada waktu tertentu atau jangka waktu tertentu
  • Rute yang benar, seperti vena, injeksi, atau port.

Kemudian, jarum akan dimasukkan ke dalam port atau vena yang sesuai di lengan. Sebuah tabung akan menghubungkannya ke kantong IV yang menyimpan obat. Kantong akan digantung sehingga larutan bisa menetes ke aliran darahmu. 

Lamanya perawatan tergantung pada obat dan kondisi spesifik. Bisa memerlukan waktu ½ jam atau bahkan beberapa jam. Sehingga, tak heran ada beberapa pasien yang memerlukan beberapa kantong IV.

Karena kamu menerima banyak cairan, maka jangan heran jika kamu akan sering pergi ke kamar mandi. Kamu bisa membawa tiang IV, tetapi pastikan untuk memberitahu orang yang menemanimu untuk memantau. Jika obat habis, kateter akan dilepas.

Itulah penjelasan mengenai mengapa dibutuhkan terapi infus tangan wanita yang ternyata memiliki banyak manfaatnya. Saat memakai infus mungkin kamu akan sedikit kesakitan karena ada jarum yang menusuk, namun itu dilakukan agar kamu bisa lekas sembuh.

Ibuprofen Vs Paracetamol, Pilih Mana Ya?

Demam dan nyeri adalah keluhan yang paling sering dijumpai saat manusia terkena penyakit. Kedua hal tersebut tentu menimbulkan rasa tak nyaman, bahkan sangat mungkin mengganggu aktivitas. Ibuprofen dan paracetamol biasanya menjadi pilihan utama untuk meredakan gejala tersebut. Tapi, antara ibuprofen vs paracetamol, mana yang lebih baik ya? Yuk simak penjelasan di bawah ini.

Mengenal Ibuprofen Vs Paracetamol

Ibuprofen dan paracetamol merupakan obat penurun demam dan pereda nyeri yang jamak digunakan. Pasalnya, kedua jenis obat tersebut dijual bebas dan dapat ditemukan di apotek, swalayan, maupun toko kelontong dengan merek yang bervariasi. Meski terlihat sama, namun perbedaan paling mendasar antara kedua jenis obat ini dapat dilihat dari fungsinya.

Ibuprofen merupakan obat anti inflamasi non steroid (NSAID) yang berfungsi mengatasi peradangan. Ibuprofen bekerja dengan menghalangi produksi zat pemicu peradangan pada tubuh kamu. Hal tersebut membuat ibuprofen mampu meredakan gejala demam, nyeri, dan pembengkakan yang disebabkan peradangan seperti sakit gigi, nyeri haid, dan peradangan sejenis lainnya.

Sementara itu, paracetamol adalah obat analgesik, yaitu obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Dari golongan obatnya, jelas bahwa paracetamol tidak dapat mengobati peradangan. Hal inilah yang paling membedakannya dengan ibuprofen.

Penggunaan Ibuprofen Vs Paracetamol

Meski dijual bebas, kamu tetap perlu memperhatikan penggunaan ibuprofen dan paracetamol yang benar agar dapat mengobati keluhan dengan efektif. Paracetamol dapat digunakan semua orang, termasuk pada bayi usia 2 bulan atau lebih, ibu hamil dan menyusui.

Bagi kamu yang memiliki kondisi khusus seperti sering mengonsumsi alkohol, memiliki tubuh yang sangat kurus, menderita diabetes, dan mengalami gangguan pada hati atau ginjal sebaiknya juga melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Ibuprofen juga dapat digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa. Namun berbeda dengan paracetamol, ibuprofen baru bisa diberikan jika usia bayi di atas 6 bulan, serta tidak dapat diberikan pada ibu hamil.

Hal ini karena ibuprofen dapat meningkatkan risiko cacat dan gangguan kesehatan pada janin. Sedangkan penggunaan ibuprofen pada bayi di bawah 6 bulan dan ibu menyusui perlu mendapat rekomendasi dan pengawasan dokter.

Selain itu, beberapa kondisi khusus seperti berusia di atas 65 tahun, mengalami gangguan pada jantung, hati, atau ginjal, serta penyakit komplikasi lainnya sebaiknya melakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

Efek Samping Ibuprofen Vs Paracetamol

Pada umumnya, efek samping yang ditimbulkan oleh ibuprofen maupun paracetamol cukup ringan. Penggunaan parasetamol dapat menyebabkan efek samping sebagai berikut: sakit kepala, mual dan muntah, sembelit, dan alergi.

Sementara penggunaan ibuprofen dapat menimbulkan efek samping, seperti:  gangguan pencernaan, ruam, penurunan nafsu makan, sakit kepala, gagal ginjal, dan alergi. Ibuprofen juga berpotensi menimbulkan luka dan iritasi pada dinding lambung.

Lebih Baik Mana, Ibuprofen Vs Paracetamol?

Karena jenisnya yang hampir mirip, banyak orang bertanya, lebih baik mana, ibuprofen vs paracetamol? Jawabannya adalah tergantung keluhan dan data diri atau riwayat kesehatan kamu. Pertama-tama, kamu harus tahu penyebab keluhan nyeri atau demam yang dirasakan. Jika peradangan, maka ibuprofen menjadi pilihan tepat.

Namun, jika bukan karena peradangan, kamu dapat mengonsumsi paracetamol. Kedua, pastikan kamu berada pada rentang usia yang dianjurkan untuk mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen ya. Selain itu, perhatikan lagi apakah kamu sedang hamil atau menyusui, atau tidak untuk memastikan penggunaan obat yang aman. 

Meski ibuprofen dan paracetamol dijual bebas, alangkah lebih baik jika kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan diagnosis serta dosis yang tepat.

Rimming Sex dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kehidupan seksual merupakan hal yang cukup vital dan penting dimiliki dan dijaga bersama pasangan. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika setiap pasangan memiliki kiat-kiat khusus untuk menjaga kehidupan seksualnya tetap menggairahkan dan menyenangkan.

Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan eksplorasi berbagai macam gaya dalam bercinta, seperti anal, oral, dan termasuk juga rimming.

Eits, tapi tunggu dulu. Sepertinya istilah variasi yang terakhir, yakni rimming, ini cukup kurang familiar ya?

Mungkin Kamu juga bertanya-tanya apa itu rimming sex, bagaimana caranya, serta apakah ini aman dan tidak berbahaya.

Yuk terus ikuti artikel ini untuk pembahasan lebih lanjutnya:

Pengertian Rimming Sex

Rimming sex atau rimmed dikenal juga dengan istilah mandi kucing. Yakni merupakan variasi gaya sex yang dilakukan serupa cara kucing membersihkan pasangan atau anaknya dengan menjilati anusnya.

Ya, dalam variasi sex rimming, pasangan memberikan rangsangan stimulasi kepuasan dengan cara menjilati anus pasangannya. Gaya ini dipercaya dapat memberikan sensasi dan gairah baru dalam berhubungan seksual dengan pasangan. Rimming bisa dikategorikan sebagai sex oral to anal.

Dampak Rimming Sex

Berkaca dari deskripsi aktivitasnya, mungkin sebagian besar dari Kamu akan mulai bertanya-tanya apakah rimming sex aman bagi kesehatan atau adakah dampaknya bagi kesehatan.

Dalam studi medis, sejauh ini memang belum ditemukan adanya kasus gejala penularan HIV yang disebabkan oleh aktivitas rimming sex.

Namun demikian, ini bukan berarti aktivitas rimming sex tidak bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Ada beberapa jenis penyakit lain yang memungkinkan punya risiko besar untuk ditularkan melalui aktivitas rimming sex.

Beberapa di antaranya yakni:

1. Infeksi bakteri

Risiko pertama yang paling mungkin dan mudah terjadi adalah infeksi bakteri. Rimming sex adalah aktivitas sex anal to oral, di mana seseorang menggunakan mulutnya untuk menjilati dan merangsang anus pasangannya.

Hal ini tentu saja dapat memungkinkan terjadinya perpindahan dan persebaran bakteri dari anus ke mulut, lalu kemudian masuk ke saluran cerna dan dapat berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa jenis bakteri yang bisa ikut tersebar antaranya bakteri E. Coli, Salmonella, dan Shigella serta beberapa jenis bakteri lain. Bakteri-bakteri ini dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti diare, gangguan pencernaan, demam, dan lain sebagainya.

2. Hepatitis A dan E

Risiko kedua dari aktivitas rimming sex adalah dapat menyebabkan terjangkit Hepatitis jenis A dan E.

Penyakit ini utamanya disebabkan karena kurangnya dalam menjaga kebersihan. Seseorang yang tidak menjaga kebersihan dengan mencuci tangan saat sebelum dan sesudah makan serta saat setelah buang air besar dapat memperbesar risiko bakteri penyebab hepatitis berkembang dan menular.

Sehingga saat melakukan aktivitas rimming yang membuat rongga mulut langsung berkontak dengan anus, persebaran mikroorganisme dan bakteri penyebab hepatitis A dan E ini makin mudah berpindah dan menjangkit.

3. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Meski secara studi medis belum ada penelitian yang membuktikan bahwa penyakit HIV dapat ditularkan melalui rimming sex, namun ada berbagai penyakit menular seksual lain yang dapat ditularkan melalui rimming sex. Beberapa di antaranya adalah penyakit herpes, jamur, dan kutil kelamin.

Penyakit-penyakit ini umumnya ditimbulkan oleh infeksi bakteri, kuman, jamur, dan atau virus yang dapat menular dengan cepat. Penyakit-penyakit ini tentunya akan menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, bahkan hingga terasa panas seperti terbakar. Untuk mengatasinya tentunya butuh bantuan medis dari dokter.

Tips Melakukan Rimming Sex

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, variasi gaya sex dapat memberikan sensasi dan merangsang gairah dalam kehidupan seksual pasangan, oleh sebab itu melakukan variasi sex, termasuk juga rimming, juga bisa dibilang perlu.

Nah, untuk menghindari risiko yang berdampak bahaya bagi kesehatan karena rimming sex, Kamu perlu memperhatikan beberapa tips berikut dalam melakukan rimming sex:

  • Memastikan bahwa diri dan pasanganmu berada dalam kondisi sehat, tidak sedang memiliki masalah kesehatan seperti diare atau yang lain, serta tidak baru sembuh dari penyakit-penyakit.
  • Pastikan untuk menjaga kebersihan dengan cuci tangan, mulut, serta cucilah daerah kelamin dan anus hingga benar-benar bersih.
  • Gunakan pelindung dental dan untuk menghindari kontak anal dan oral secara langsung.
  • Selalu pastikan untuk berkumur sebelum dan sesudah melakukan rimming.

Demikian penjelasan mengenai rimming sex serta beberapa dampaknya bagi kesehatan. semoga bermanfaat.