Category: Penyakit

Apa Perbedaan Diabetes Kering dan Basah? Ini Penjelasannya

Di masyarakat secara umum Kamu pasti pernah mendengar istilah diabetes kering dan diabetes basah. Kedua istilah ini muncul untuk menyebut jenis penyakit diabetes dengan perbedan ciri yang spesifik yakni munculnya luka yang tertutup atau luka yang terbuka dan sulit sembuh di tubuh penderita diabetes.

Apa sebenarnya perbedaan diabetes kering dan basah? Manakah yang lebih berbahaya? Yuk terus simak artikel ini untuk mengetahui perbedaan diabetes kering dan basah lebih lanjut.

Dalam dunia medis, sebenarnya tidak ada istilah jenis diabetes kering dan diabetes basah. Dalam pandangan medis keduanya sama-sama termasuk ke dalam jenis diabetes tipe 2 atau diabetes melitus.

Menurut Kemenkes, diabetes melitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin. Resistensi insulin ini sendiri merupakan kondisi saat pankreas dalam tubuh memproduksi insulin secara berlebihan. Pada kondisi tubuh yang tidak mampu menerapkan insulin dengan benar maka kondisi ini akan menyebabkan kadar gula darah meningkat.

Beberapa faktor yang dapat jadi penyebab penyakit diabetes melitus yakni:

  • Gaya hidup

Gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko seseorang terjangkit diabetes adalah utamanya terkait soal kebiasaan makan makanan yang tinggi kadar gulanya seperti minuman kemasan, minuman manis, es krim, snack-snack manis tinggi gula, kue pastry dan dessert yang tinggi gula, makan makanan berbahan tepung, serta kebanyakan konsumsi nasi putih yang tinggi gula.

Selain itu, pola hidup yang tidak teratur, utamanya soal jam makan serta jam istirahat (tidur) dapat menyebabkan kekacauan metabolisme.

Kebiasaan makan atau ngemil yang terus-menerus dapat memicu kekacauan sirkulasi jam biologis tubuh, membuat pankreas secara terus-menerus memproduksi insulin untuk mencerna gula dan pada titik tertentu justru menyebabkan resistensi insulin. 

  • Kelebihan berat badan

Kondisi kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat memicu munculnya penyakit diabetes. Umumnya orang dengan kelebihan berat badan komposisi tubuhnya tidak seimbang dan lebih banyak prosentase lemaknya.

Tingginya persentase lemak ini biasanya disebabkan oleh kelebihan konsumsi makanan-makan yang tinggi gula dan juga tinggi lemak jahat yang tinggi kalori dan berpotensi tinggi memicu kekacauan metabolisme serta terjadinya resistensi insulin.

  • Kurang olahraga

Penyebab lainnya adalah kurangnya aktivitas yang membutuhkan tubuh untuk bergerak aktif atau olahraga. Kurangnya aktivitas membuat tubuh akhirnya menyimpan kelebihan tenaga atau kalori yang bersumber dari makan yang dikonsumsi menjadi cadangan lemak.

Kelebihan cadangan lemak dapat menyebabkan kegemukan dan pada kondisi tertentu menjadikan kekacauan metabolisme, termasuk juga resistensi insulin.

  • Genetik

Faktor terakhir yang juga tak kalah penting untuk diwaspadai adalah faktor genetik. Orang yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes biasanya lebih mudah terjangkit diabetes melitus juga.

Untuk mencegah hal ini, Kamu perlu untuk menerapkan pola hidup yang baik dan teratur serta memilih makan makanan yang sehat dan tidak mengkonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan.

Ciri Diabetes Melitus Tipe 2

Terkadang, banyak orang tidak terlalu menyadari munculnya penyakit diabetes dalam dirinya. Hal ini dapat dimungkinkan terjadi karena di awal kemunculannya penyakit ini tidak memberi gejala yang terlalu signifikan.

Namun, ada beberapa ciri yang bisa Kamu waspadai untuk mengantisipasi adanya penyakit diabetes dalam tubuhnya, antaranya:

  1. Kebiasaan sering buang air kecil

Kondisi yang disebut juga poliuria ini muncul karena kadar gula yang sangat tinggi sehingga menyebabkan ginjal tidak mampu menyerap dan mengolahnya, sehingga harus dibuang dari dalam tubuh dalam bentuk urine.

  1. Gampang haus dan lapar

Kondisi sering buang air kecil dapat menjadikan tubuh merasa dehidrasi dan memicu rasa haus. Sedangkan rasa mudah lapar disebabkan oleh resistensi insulin yang menyebabkannya tidak bisa bekerja dengan baik dalam mengubah gula menjadi energi sehingga timbul rasa lapar sebagai sinyal dari tubuh yang kurang mendapat nutrisi karena nutrisi makan tidak diserap dengan baik.

  1. Kulit terasa kering dan terkadang gatal

Pada penderita diabetes akan timbul beberapa masalah kulit seperti kering, kasar, pecah-pecah, bersisik, hingga gatal0gatal. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan cairan dan menyebabkan kulit kehilangan kelembaban alaminya.

  1. Mudah merasa lelah dan mengantuk

Kondisi ini disebabkan oleh sel-sel dalam tubuh tidak mendapat nutrisi dan asupan tenaga sehingga selalu memberi sinyal lelah dan mengantuk untuk menghemat tenaga.

  1. Fungsi penglihatan yang menurun

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf di area mata. Kamu hendaknya waspada jika sering mengalami penglihatan yang kabur, buram, atau keruh. Bahkan pada kondisi yang parah dapat memicu terjadinya katarak, glaukoma, bahkan kebutaan.

  1. Adanya luka yang sulit sembuh

Adanya luka yang sulit sembuh pada tubuh penderita diabetes disebabkan oleh pembuluh darah yang rusak.

Kerusakan pembuluh darah ini menyebabkan pembuluh darah kehilangan kemampuan untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak karena terluka sehingga luka tidak kunjung sembuh. Hal inilah yang sering orang sebut sebagai diabetes melitus basah.

Sedangkan pada diabetes melitus kering, pembuluh darah yang rusak tidak mampu mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh dengan optimal sehingga sel serta jaringan yang tidak mendapat cukup nutrisi akan mati. Sel serta jaringan mati inilah yang timbul sebagai luka menghitam yang kering di permukaan kulit.

Demikian penjelasan mengenai penyakit diabetes melitus tipe 2. Baik diabetes kering maupun basah ini bisa dikatakan cukup berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta komplikasi penyakit lainnya.

Sulit Hamil? Waspadai Sindrom MRKH pada Wanita!

Bagi sebagian wanita mungkin tidak pernah menyangka jika  di dunia ini ada orang yang tidak memiliki rahim, meskipun jika dilihat dari luar alat vitalnya terlihat normal. Kelainan ini disebut dengan sindrom MRKH, sindrom apakah ini, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengobatinya? Simak info lengkapnya pada pembahasan kali ini!

Apa Itu Sindrom MRKH?

Sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser atau biasa disebut dengan Sindrom MRKH, merupakan suatu kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita, dimana rahim, serviks, dan vagina tidak bisa berkembang sempurna atau bahkan tidak ada sejak awal, walaupun jika dilihat dari luar terlihat normal saja. 

Oleh karena itu, wanita dengan kondisi ini biasanya tidak mengalami menstruasi dan kesulitan hamil secara alami karena tidak memiliki rahim, selain itu penderitanya juga bisa mengalami kesulitan dan kesakitan ketika penetrasi saat berhubungan seksual. 

Menurut data dari kedokteran nasional USA, kondisi ini bisa terjadi pada 1 dari 5.000 wanita di dunia. Dan kabar baiknya wanita yang mengidap kelainan ini masih memiliki ovarium, sehingga tanda-tanda pubertas masih terlihat. 

Sindrom ini dibagi menjadi 2 jenis yang pertama adalah MRKH tipe 1 dimana hanya organ reproduksinya saja yang terdampak dan tidak bisa berkembang sempurna. Sementara jika ada kondisi tidak normal pada organ tubuh yang lain seperti tulang belakang dan ginjal disebut dengan MRKH tipe 2. 

Penyebab Sindrom MRKH 

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab sindrom MRKH secara pasti, para ahli hanya menduga jika kelainan ini terjadi karena adanya kelainan genetika sehingga perkembangan janin menjadi terganggu. 

Kelainan reproduksi wanita ini terjadi sejak awal kehidupannya ketika masih dalam kandungan dimana saluran mullerian yang seharusnya terbentuk jadi tidak bisa terbentuk dengan baik, saluran ini merupakan cikal bakal dari vagina, leher rahim, rahim, dan tuba falopi. 

Faktor lain yang diduga kuat menjadi penyebab kelainan ini adalah faktor lingkungan yang tidak sehat, kebiasaan buruk ibu selama kehamilan, dan janin terkena efek samping dari obat yang dikonsumsi ibu akibat penyakit lain. 

Gejala Sindrom MRKH 

Gejala sindrom MRKH sulit untuk dikenali. Sebab tidak ada ciri khusus jika seseorang mengidap sindrom ini, dibutuhkan waktu cukup lama untuk bisa mengidentifikasinya. Biasanya gejala baru terlihat ketika anak berusia 15-16 tahun. 

Ada 2 jenis sindrom ini dan masing-masing memiliki gejala yang berbeda, yaitu: 

MRKH tipe 1 

  • Tidak pernah mengalami menstruasi selama hidupnya (amenore primer) 
  • Infertilitas atau tidak bisa hamil secara alami karena tidak memiliki rahim dan tuba falopi 
  • Kesulitan dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual karena vagina tidak berkembang sempurna, atau bahkan hanya memiliki sebagian kecil dari bagian vagina saja  

MRKH tipe 2 

  • Mengalami kelainan tulang belakang 
  • Skoliosis 
  • Ginjal tidak berkembang dengan baik, seperti kedua ginjal berada pada posisi yang sama dan salah satu ginjal tidak berfungsi. 
  • Mengalami gangguan pendengaran 
  • Kecacatan pada organ jantung 

Metode Pengobatan MRKH Syndrome

Sebelum melakukan prosedur pengobatan, kamu harus melakukan beberapa pemeriksaan oleh dokter seperti ultrasound, MRI, dan tes menyeluruh untuk mencari tahu apakah ada organ lain yang terdampak. Jika sudah mengetahui kondisi pasti pasien, dokter akan menyarankan metode pengobatan terbaik. 

Beberapa metode pengobatan yang sering dilakukan di antaranya: 

  • Operasi plastik vagina atau membuat neovagina untuk mengobati vagina yang tidak berkembang sempurna 
  • Bedah rekonstruksi untuk mengobati kelainan tulang 
  • Terapi psikologis untuk menjaga kesehatan mental penderita 
  • Transplantasi rahim 
  • Tindakan self dilation  

Meski penderita sindrom MRKH kesulitan hamil jangan terlalu bersedih. Bagaimanapun keadaan organ reproduksinya penderita MRKH syndrome tetaplah wanita seutuhnya. Masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan buah hati misalnya adopsi atau melakukan surrogate pregnancy. Semoga informasi ini bermanfaat dan Tetap semangat, ladies!