Category: Kesehatan Wanita

Plus Minus Masturbasi Saat Haid yang Wajib Diketahui!

Masturbasi saat haid terbilang cukup aman dan tidak terlalu membawa dampak negatif buat kesehatan tubuh asal tidak dilakukan terlalu sering. Bukan hal yang aneh jika wanita merasa lebih berhasrat saat menstruasi. Hal ini dikarenakan perubahan hormon, apa lagi pertengahan periode menstruasi biasanya gejala PMS sudah berkurang bahkan hilang. 

Masturbasi Saat Haid Apakah Berbahaya?

Tidak, yang penting jangan terlalu sering melakukannya karena bisa membuat alat kelamin cedera. Selain itu masturbasi sebaiknya dilakukan dengan merangsang area luar kelamin, hindari menggunakan sexs toys, seperti dildo dan vibrator yang dimasukkan ke dalam vagina, karena bisa mendorong darah haid kembali masuk ke dalam rahim. 

Menurut penelitian pada 2013 tentang hormon dan perilaku, ditemukan fakta jika peningkatan gairah seksual terjadi akibat penurunan hormon estrogen di awal periode dan mulai meningkat seiring berjalannya siklus menstruasi. 

Lonjakan hormon ini meningkatkan hasrat seksual, oleh sebab itu masturbasi bisa menjadi solusi yang aman dalam melampiaskan seks ketimbang harus melakukan penetrasi. 

Manfaat Masturbasi Saat Haid 

Masturbasi saat haid tidak berbahaya bagi wanita, bahkan memiliki potensi bermanfaat jika dilakukan dengan benar. Secara umum masturbasi bisa meningkatkan kebahagiaan dan memperbaiki mood, karena ketika orgasme tubuh wanita akan mengeluarkan hormon oksitosin dan prolaktin. 

  • Mengurangi rasa nyeri 

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Womanizer ditemukan bahwa masturbasi yang dilakukan secara rutin saat haid bisa mengurangi rasa sakit selama haid. 

Masturbasi meningkatkan aliran darah di area alat kelamin dan ini sangat terapeutik untuk mengurangi rasa nyeri. Selain itu rasa sakit juga berkurang berkat hormon oksitosin yang dilepaskan, hormon ini berperan untuk mengurangi kram dan sakit kepala. 

  • Mempercepat periode menstruasi 

Orgasme yang terjadi bisa mempercepat durasi menstruasi, kontraksi yang terjadi pada tubuh bisa mendorong tubuh untuk mengeluarkan segala sesuatu dengan cepat tak terkecuali dengan menstruasi. 

  • Mengurangi stres 

Haid sering kali mengacaukan mood, tak jarang wanita mengalami mood swing belum lagi tekanan dari pekerjaan bisa membuat orang menjadi tambah stres. Orgasme bisa membantu kamu untuk melepaskan stres dan melemaskan otot, apalagi aktivitas ini terbilang aman dan dilakukan sendirian. 

  • Menyenangkan diri sendiri 

Meski sedang haid bukan berarti kamu tidak bisa melakukan aktivitas perawatan diri sekaligus menyenangkan diri sendiri. Masturbasi bisa dilakukan di saat sedang dalam waktu santai, percaya atau tidak aktivitas ini bisa membuat kamu lebih bahagia dan merasa seksi. 

  • Membantu tidur lebih nyenyak 

Buat sebagian wanita haid menjadi salah satu penyebab tidur tidak nyenyak. Nyeri dan kembung menjadi penyebab utama wanita kesulitan untuk tidur. 

Pelepasan hormon endorfin yang terjadi saat orgasme bermanfaat membuat tubuh menjadi rileks dan tidur lebih nyenyak selain itu juga membuat tubuh menjadi lelah serta menimbulkan rasa kantuk. 

Efek Negatif Masturbasi Saat Haid 

Walaupun masturbasi tergolong tidak berbahaya, ada beberapa efek negatif yang bisa menimpa kamu juga tidak berhati-hati seperti berikut : 

  • Iritasi dan cedera pada alat kelamin 
  • Infeksi karena terjadi iritasi secara terus menerus, jika tidak ditangani dengan tepat bisa mengganggu organ reproduksi 
  • Infeksi jamur akibat tangan atau mainan seks tidak steril 
  • Terjadi kista dan penyakit reproduksi lain karena darah haid kembali masuk ke dalam rahim 
  • Bisa menyebabkan depresi karena rasa bersalah sudah melanggar norma agama
  • Kecanduan

Masturbasi saat haid harus sangat hati-hati, karena ketika haid leher rahim dalam keadaan terbuka sehingga saat sedang melakukan masturbasi sebaiknya cuci tangan dulu sampai bersih supaya tidak menyebabkan infeksi yang bisa berujung pada masalah kesehatan reproduksi. Meninjau manfaat dan efek negatifnya, kembali pada diri kamu masing-masing untuk mengambil pilihan yang bijak.

Perut Kembung Saat Haid, Begini Cara Mengatasinya!

Perut kembung saat haid merupakan salah satu gejala dari sindrom pramenstruasi (PMS). Biasanya gejala ini muncul sebelum atau di awal menstruasi, perut kembung membuat wanita merasa tidak nyaman dalam beraktivitas, terlebih lagi jika timbul gejala lain seperti nyeri haid. 

Apakah Perut Kembung Saat Haid Berbahaya? 

Perut kembung terjadi karena adanya perubahan hormon progesteron dan estrogen saat menstruasi. Perubahan ini menyebabkan tubuh lebih banyak menahan air dan garam, akibatnya sel tubuh menjadi bengkak dan membuat perut menjadi kembung. 

Perut kembung saat haid biasanya terjadi 1-2 Minggu sebelum atau di awal menstruasi, mungkin kamu akan merasakan sensasi perut menjadi kencang dan ketika ditepuk terdengar bunyi bung-bung. Namun tak perlu khawatir karena gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah menstruasi berlangsung beberapa hari. 

Perut kembung saat menstruasi sebenarnya tidak berbahaya jika gejala yang timbul ringan – sedang dan akan berangsur hilang bersamaan dengan berakhirnya siklus menstruasi. Salah satu cara untuk mengurangi gejala ini adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. 

Biasanya perut kembung saat menstruasi tidak akan berlangsung lama, jadi kalau merasa gejala yang timbul parah dan tidak kunjung membaik jangan takut untuk segera memeriksakan diri ke dokter, ya!

Cara Mengatasi Perut Kembung Saat Haid 

Menerapkan pola hidup sehat adalah cara mengatasi perut kembung saat haid yang paling ampuh. Bukan hanya itu, tubuh juga bisa menjadi lebih sehat dan meningkatkan harapan hidup. Berikut beberapa tips yang dapat kamu coba: 

1. Kurangi konsumsi garam 

Salah satu penyebab perut kembung saat menstruasi adalah terjadinya penumpukan garam dalam tubuh. Nah, selama menstruasi sebaiknya kurangi asupan garam harianmu.

Menurut WHO orang dewasa tidak boleh mengonsumsi garam lebih dari 6 gram/hari atau 1 sendok makan, dengan catatan orang tersebut sehat dan tidak mengidap penyakit kronis. 

Supaya bisa mengontrol garam yang masuk ke dalam tubuh sebaiknya memasak makanan sendiri dan kurangi makan-makanan ringan seperti chips dan makanan cepat saji. 

2. Minum air putih 

Air putih sangat penting bagi tubuh terutama untuk metabolisme. Kurang minum air putih bisa menyebabkan masalah yang serius, jangan takut minum air putih bisa menyebabkan kembung. Justru perbanyak minum air putih menjelang dan saat menstruasi membuat tubuh tetap segar dan sehat. 

Banyaknya air putih tiap orang berbeda, namun dianjurkan untuk minum 8 gelas sehari. Waktu terbaik minum air putih adalah saat malam sebelum tidur dan pagi setelah bangun tidur. 

3. Kurangi konsumsi kafein dan alkohol 

Wanita yang sering mengonsumsi kafein dan alkohol lebih sering mengalami gangguan menstruasi seperti nyeri haid dan perut kembung. Berhenti dulu minum kopi dan minuman beralkohol ketika mendekati periode dan saat menstruasi. 

4. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 

Makanan yang kaya akan vitamin B6 seperti ayam, ikan, kentang, buah pisang, buah alpukat, hati sapi, kacang-kacangan dan masih banyak lagi terbukti bisa mengurangi gejala PMS. Selain memperoleh dari makanan langsung kamu juga bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin B6. 

Cara Mengobati Perut Kembung dengan Cepat 

Perut kembung sering kali membuat tubuh menjadi tidak nyaman saat beraktivitas, untungnya ada beberapa cara praktis yang bisa kamu lakukan untuk meringankan gejala perut kembung saat menstruasi seperti berikut ini: 

  • Kompres perut dengan air hangat 
  • Olesi perut dan punggung dengan minyak kayu putih atau balsam  
  • Tepuk-tepuk perut pada bagian yang kembung dengan lembut, jangan kaget jika cara ini bisa membuat kamu buang angin
  • Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki 

Perut kembung saat haid merupakan hal yang biasa terjadi pada wanita, hanya saja gejala ini membuat penderitanya merasa tidak nyaman terlebih lagi jika dibarengi dengan gejala lain. Terapkan pola hidup sehat untuk mengatasinya dan apabila gejala memburuk tak ada salahnya untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Muntah Darah Saat Hamil: Penyebab, Gejala, dan Tindakan yang Perlu Diambil

Muntah selama kehamilan adalah salah satu gejala yang umum dialami oleh sebagian besar wanita. Namun, ketika muntah disertai dengan darah, kekhawatiran dan kepanikan mungkin timbul. Artikel ini akan membahas muntah darah saat hamil, menyediakan informasi tentang penyebab, gejala, serta tindakan yang perlu diambil untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Penyebab Muntah Darah Saat Hamil

  1. Pilek atau Infeksi Saluran Pernapasan: Infeksi pada saluran pernapasan, seperti pilek atau infeksi tenggorokan, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mengakibatkan muntah darah.
  2. Hipersalivasi atau Peningkatan Air Liur: Beberapa wanita hamil mengalami hipersalivasi, di mana produksi air liur meningkat. Air liur yang berlebihan dapat membuat wanita hamil lebih rentan terhadap muntah darah saat hamil.
  3. Refleks Muntah yang Kuat: Kondisi refleks muntah yang kuat, seperti pada hiperemesis gravidarum (muntah hebat selama kehamilan), dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan munculnya darah saat muntah.
  4. Inflamasi atau Irritasi pada Lambung: Penyakit lambung, seperti gastritis atau tukak lambung, dapat menyebabkan inflamasi atau iritasi pada lambung dan esofagus, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan muntah darah.
  5. Varises Esofagus: Peningkatan tekanan pada pembuluh darah esofagus dapat menyebabkan varises esofagus, yang dapat pecah dan menyebabkan muntah darah.

Gejala Muntah Darah Saat Hamil

  • Muntah yang disertai dengan darah segar atau darah yang sudah tercerna.
  • Nyeri atau sensasi terbakar di perut.
  • Kehitaman atau kegelapan pada muntah.
  • Lemah, pusing, atau pingsan.

Kapan Harus Segera Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika seorang wanita hamil mengalami muntah darah, terutama jika disertai dengan gejala seperti:

  • Kehilangan Kesadaran: Pingsan atau kehilangan kesadaran setelah muntah darah.
  • Perdarahan Berat: Perdarahan yang berat atau terus menerus.
  • Nyeri Perut yang Parah: Nyeri perut yang hebat dan tidak bisa diatasi.
  • Muntah Darah Lebih dari Satu Kali: Muntah darah yang terjadi lebih dari satu kali.
  • Sulit Bernapas: Kesulitan bernapas atau napas berbunyi saat bernapas.

Tindakan Pertolongan Pertama

  1. Segera Cari Bantuan Medis: Jika mengalami gejala serius, segera cari bantuan medis. Ini mungkin memerlukan kunjungan ke unit gawat darurat atau panggilan ke nomor darurat setempat.
  2. Hindari Konsumsi Obat-obatan Sendiri: Hindari mengonsumsi obat-obatan tanpa rekomendasi dokter. Beberapa obat-obatan mungkin tidak aman selama kehamilan.
  3. Pertahankan Hidrasi: Meskipun muntah, penting untuk tetap terhidrasi. Cobalah minum air sedikit-sedikit atau menggunakan es serut jika air minum biasa sulit ditoleransi.
  4. Istirahat yang Cukup: Beristirahatlah dengan cukup untuk membantu tubuh pulih dari kelelahan akibat muntah berlebih.

Diagnosis dan Pengobatan

  1. Pemeriksaan Fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan untuk memahami kondisi lebih lanjut.
  2. Endoskopi: Endoskopi dapat dilakukan untuk melihat langsung kondisi saluran pernapasan dan lambung.
  3. Tes Darah dan Urine: Tes darah dan urine mungkin dilakukan untuk menilai kesehatan umum dan mencari tanda-tanda infeksi atau masalah lain.
  4. Pengobatan yang Sesuai: Pengobatan akan ditentukan berdasarkan penyebab muntah darah. Ini bisa mencakup pemberian obat untuk mengurangi muntah, antibiotik untuk infeksi, atau tindakan medis lainnya.

Kesimpulan

Muntah darah saat hamil adalah gejala serius yang memerlukan perhatian medis segera. Meskipun dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin.

Wanita hamil yang mengalami muntah darah sebaiknya segera mencari bantuan medis dan tidak menunda-nunda untuk memastikan keselamatan mereka dan perkembangan kehamilan dengan baik. Ingatlah bahwa informasi dalam artikel ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter atau profesional kesehatan yang berwenang.

Penyebab Bercak Putih di Wajah dan Cara Menghilangkannya

Bercak putih di wajah memang menganggu penampilan. Kamu pun jadi ingin menghilangkannya dengan segera.

Untuk itulah, kamu perlu mengenali penyebab dan cara menghilangkan bercak putih di wajah. Ini karena setiap bercak putih memiliki penyebab dan cara menghilangkan yang berbeda. Untuk mengetahuinya, silakan simak artikel di bawah ini.

Penyebab Bercak Putih di Wajah

Bercak putih yang muncul di wajah bisa terjadi karena beberapa hal ini:

Cedera Kulit

Penyebab pertama munculnya bercak putih di wajah adalah cedera pada kulit. Misalnya karena luka gores, infeksi, iritasi, ataupun luka bakar yang membuat jaringan kulit menjadi rusak.

Jika jaringan kulit rusak, kulit mungkin saja kehilangan pigmentasi sehingga terlihat ada bercak putih.

Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan hilangnya pigmentasi kulit. Vitiligo merupakan kondisi di mana munculnya bercak putih kecil yang kemudian meluas seiring dengan berjalannya waktu.
Hingga kini, vitiligo belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, penyebab yang mungkin ialah penyakit autoimun, kondisi lingkungan, dan genetik.

Tinea versicolor

Tinea versicolor biasa dikenal dengan panu. Kondisi ini disebabkan oleh jamur dan ditandai dengan bintik putih yang bersisik atau kering. Biasanya, panu juga disertai dengan rasa gatal yang sangat menganggu.

Tinea versicolor lebih rentan terjadi dialami pada orang yang memiliki kulit berminyak dan banyak berkeringat. Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun juga memengaruhi munculnya bercak putih panu pada wajah.

Pityriasis alba

Pityriasis alba adalah kondisi kulit yang sejenis eksim. Kondisi ini memunculkan bercak putih di dagu atau pipi yang berbentuk lonjong atau bahkan tidak beraturan. Bercak putih itu pun terlihat kering, bersisik, bahkan mengelupas.

Pityriasis alba biasa dialami oleh anak berusia 3 hingga 16 tahun. Selain pada anak-anak, Pityriasis alba juga bisa dialami oleh orang dewasa yang memiliki alergi. Meski sering dialami, kondisi kulit ini belum diketahui penyebab pastinya hingga sekarang.

Sun Spot

Sun spot merupakan kelainan kulit karena terkena terlalu banyak dan terlalu lama paparan sinar matahari. Kondisi yang juga dikenal dengan istilah hipomelanosis gutata idiopatik ini memiliki gejala bercak warna putih pada wajah, lengan, atau tungkai.

Sun spot sebenarnya tidak berbahaya karena tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri. Akan tetapi, sun spot akan menganggu penampilan penderitanya karena sulit dihilangkan.

Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik dikenal dengan nama eksim. Kelainan kulit ini disebabkan oleh alergi. Pada umumnya, penderita dermatitis atopik memiliki kulit yang kering.

Gejala yang muncul pada penderita dermatitis atopik adalah munculnya bercak putih atau kemerahan di bagian wajah, lengan, atau tungkai. Bercak tersebut sangat gatal, terutama di malam hari.

Milia

Milia sering juga disebut sebagai bercak susu atau milk spots. Milia menghasilkan bercak putih di wajah dengan ukuran yang kecil dan agak menonjol. Biasanya, milia muncul di area pipi, hidung, dan sekitar mata.

Penyebab milia yang paling umum adalah alergi terhadap produk muka ataupun paparan sinar matahari.

Cara Menghilangkan Bercak Putih di Wajah

Jika muncul bercak putih di wajah, kamu perlu segera menghilangkannya. Berikut caranya:

Mengoleskan Produk Antijamur

Jika bercak putih yang muncul disebabkan oleh jamur seperti panu, kamu bisa mengoleskan produk antijamur yang direkomendasikan oleh dokter. Selain dalam bentuk krim atau losion, biasanya dokter juga akan memberi tablet minum antijamur.

Mengganti Produk Kecantikan Wajah

Cara kedua untuk menghilangkan bercak putih di wajah adalah mengganti produk kecantikan wajah. Cara ini manjur untuk bercak putih yang muncul karena alergi produk kecantikan.

Menggunakan Sunscreen

Sunscreen atau tabir surya perlu digunakan untuk melindungi wajah dari sinar UV dan mengobati bercak putih di wajah. Sunscreen harus digunakan kembali setiap 2 atau 3 jam untuk mendapatkan perlindungan yang terbaik.

Mengoleskan Krim Kortikosteroid

Krim kortikosteroid biasa diberikan dokter untuk mengobati bercak putih karena dermatitis atopik. Krim ini membutuhkan pengawasan dokter karena memiliki efek buruk jika digunakan jangka panjang. Efek sampingnya adalah tumbuhnya bulu-bulu halus di kulit, penipisan kulit, dan pelebaran pembuluh darah di kulit.

Menggunakan Pelembab

Pelembab bisa digunakan untuk menghilangkan bercak putih karena Pityriasis alba. Pelembab akan membuat tampilan bersisik pada bercak Pityriasis alba semakin berkurang. Contoh pelembab yang bisa dipakai adalah petroleum jelly atau krim.

Fototerapi

Fototerapi adalah teknik kecantikan kulit yang menyinari wajah dengan sinar UV-A dan UV-B. Teknik ini merupakan salah satu bentuk terapi bagi penderita vitiligo.

Supaya lebih efektif, fototerapi umumnya dilakukan 2 atau 3 kali seminggu. Namun, pemberian terapi kembali lagi pada kondisi pasien.

Laser

Laser merupakan terapi di dokter kecantikan yang digunakan untuk menghilangkan bercak putih. Terapi ini bisa digunakan untuk bercak putih yang terjadi karena sun spot.

Bercak putih di wajah dapat muncul karena beragam penyebab. Sebelum memilih langkah penanganan, kenali dulu penyebab bercak putih yang muncul di wajahmu. Untuk melakukannya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kulit dan kecantikan.

Sumber:

https://www.sehatq.com/artikel/bercak-putih-di-wajah

https://www.klikdokter.com/info-sehat/kulit/ada-bercak-putih-di-wajah-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya

https://www.alodokter.com/ini-penyebab-bercak-putih-di-wajah-dan-cara-mengobatinya