Category: Hidup Sehat

Kapan Dibutuhkan Infus Tangan Wanita untuk Terapi?

Terapi infus merupakan suatu metode di mana obat atau cairan diberikan melalui jarum maupun kateter. Biasanya digunakan untuk obat yang tidak bisa dikonsumsi secara langsung dan perlu dikeluarkan dengan kecepatan yang terkendali. Berikut penjelasan lengkap mengenai terapi infus tangan wanita!

Apa itu Terapi Infus?

Terapi infus adalah ketika kamu menerima obat melalui kateter atau jarum, biasanya secara intravena [IV]. Jenis lain dari terapi infus, yaitu epidural, subkutan, dan intramuskular. Terapi infus digunakan apabila ada obat yang tidak bisa dikonsumsi secara oral karena akan kehilangan keefektifannya ketika terkena sistem pencernaan.

Apabila kamu pernah dirawat di rumah sakit, kamu mungkin akan memiliki infus untuk memastikan bahwa kamu tetap terhidrasi dan agar obat bisa terserap dengan cepat. Itu juga contoh terapi infus, contoh lainnya adalah pompa insulin yang melepaskan insulin tepat di bawah kulitmu.

Terapi infus bisa digunakan untuk memberikan nutrisi dan berbagai jenis obat, termasuk:

  • Antibiotik
  • Antijamur
  • Antivirus
  • Kemoterapi
  • Kortikosteroid
  • Hormon pertumbuhan
  • Penggantian imunoglobulin
  • Obat jantung inotropik
  • Imunoterapi

Kondisi yang Memerlukan Terapi Infus

Terapi infus bisa digunakan untuk kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan umum untuk berbagai jenis kanker. Terapi infus memungkinkan pengiriman obat kemoterapi langsung ke alirand arah. Hal ini juga memungkinkan kamu untuk menerima obat anti mual dan lainnya tanpa memerlukan lebih banyak jarum.

Terapi infus tangan wanita juga bisa digunakan untuk memberikan bagi berbagai kondisi, seperti:

  • Faktor pembekuan darah untuk hemofilia
  • Terapi penggantian imunoglobulin untuk hipermaglobulinemia
  • Koktail obat untuk migrain
  • Kortikosteroid dan obat lain untu multipe sclerosis
  • Plasma kaya trombosit untuk osteoartritis
  • Insulin untuk diabetes tipe 1
  • Infeksi berat seperti selulitis, pneumonia, dan sepsis
  • Gangguan hiperkoagulasi yang bisa menyebabkan pembekuan darah

Prosedur Terapi Infus

Terapi infus biasa dilakukan di lingkungan klinis, seperti kantor dokter, rumah sakit, pusat infus, atau fasilitas rawat jalan. Beberapa jenis terapi infus bisa diberikan oleh penyedia layanan kesehatan di rumah.

Saat melakukan setiap sesi infus, maka perlu menggunakan jarum suntik baru. Jadi, apabila kamu memerlukan alternatif untuk jalur infus, maka garis tengah bisa dimasukkan ke dada, tangan, leher, atau selangkangan dalam waktu yang lama.

Sebelum memulai memasang, perawat akan melakukan pemeriksaan untuk proses verifikasi. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan:

  • Memeriksa identitas
  • Obat yang tepat dan dosis yang tepat
  • Waktu yang tepat, karena beberapa obat diberikan pada waktu tertentu atau jangka waktu tertentu
  • Rute yang benar, seperti vena, injeksi, atau port.

Kemudian, jarum akan dimasukkan ke dalam port atau vena yang sesuai di lengan. Sebuah tabung akan menghubungkannya ke kantong IV yang menyimpan obat. Kantong akan digantung sehingga larutan bisa menetes ke aliran darahmu. 

Lamanya perawatan tergantung pada obat dan kondisi spesifik. Bisa memerlukan waktu ½ jam atau bahkan beberapa jam. Sehingga, tak heran ada beberapa pasien yang memerlukan beberapa kantong IV.

Karena kamu menerima banyak cairan, maka jangan heran jika kamu akan sering pergi ke kamar mandi. Kamu bisa membawa tiang IV, tetapi pastikan untuk memberitahu orang yang menemanimu untuk memantau. Jika obat habis, kateter akan dilepas.

Itulah penjelasan mengenai mengapa dibutuhkan terapi infus tangan wanita yang ternyata memiliki banyak manfaatnya. Saat memakai infus mungkin kamu akan sedikit kesakitan karena ada jarum yang menusuk, namun itu dilakukan agar kamu bisa lekas sembuh.

Cara agar Tidak Mudah Jatuh Cinta, Kenali Bahayanya

Cara agar tidak mudah jatuh cinta mungkin kamu butuhkan saat menyadari terlalu sering naksir seseorang. Apakah kamu pernah mengira bahwa terlalu cepat jatuh cinta itu berbahaya? Apa yang bisa terjadi pada orang yang mudah jatuh cinta?

Menurut psikologi, ternyata terlalu mudah jatuh cinta itu tidak sehat secara mental. Hal ini justru berhubungan dengan bagaimana kestabilan diri sendiri. Oleh karena itu, simak uraian mengenai cara agar tidak mudah jatuh cinta berikut ini. Kamu juga bisa mendapat pengetahuan tentang bahaya apa yang ditimbulkan karena mudah jatuh cinta.

Mengapa Orang Mudah Jatuh Cinta?

Hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk mempraktikkan cara agar tidak mudah jatuh cinta adalah mengenali sumbernya. Cek apakah kamu merasakan satu atau lebih hal-hal berikut ini.

1.Tipe orang yang mudah percaya

Apakah kamu tipe orang yang mudah percaya pada orang lain? Misalnya, gampang terbuai janji manis atau pujian. Jika kamu tergolong orang yang ini, cara menjaga hati agar tidak mudah jatuh cinta yang bisa kamu coba adalah memikirkan ulang apa motif di balik pujian atau janji yang kamu dengar. Tidak semua pujian berarti  petunjuk romantis.

2.Membutuhkan validasi dari orang lain. 

Orang yang tergolong ke sini biasanya tidak merasa nyaman sebelum mendapat konfirmasi dari orang sekitarnya. Ini termasuk pada hal-hal kecil hingga besar. Misalnya, butuh divalidasi bahwa dirinya cantik, sukses, mandiri, dan lain-lain. 

3.Tidak mandiri dalam aktivitas sehari-hari

Ada orang yang selalu butuh pacar sebagai sandaran. Baik dalam melakukan aktivitas maupun menyelesaikan masalah. Ini membuat seseorang merasa selalu ingin dibantu dan terikat dengan orang lain.

4.Merasa takut atau tidak mampu sendiri, kesepian

Kesepian sebenarnya adalah perasaan yang wajar. Namun, hal ini sebaiknya tidak diselesaikan dengan mengandalkan orang lain. Kamu bisa melakukan banyak hal positif saat merasa kesepian, alih-alih menjalin hubungan romantis.

Ini Bahayanya Mudah Jatuh Cinta

  • Menjalin hubungan dengan orang yang salah.
  • Kehilangan jati diri atau sering berubah pendirian.
  • Tidak bisa hidup mandiri dan tidak sanggup menghadapi kesendirian.
  • Selalu cemas karena sering memikirkan pasangan saat tidak berada di tempat yang sama.
  • Meragukan diri sendiri sehingga merasa perlu mengubah sesuatu dari dirinya untuk menyesuaikan dengan pasangan.
  • Berpotensi mudah dimanfaatkan oleh orang lain.
  • Mendapatkan pandangan buruk dari orang lain karena sering berganti-ganti pasangan.
  • Bisa mengancam hubungan yang sudah ada. 

Bagaimana cara agar tidak mudah jatuh cinta atau terbawa perasaan?

  1. Coba mengingat bahwa kamu adalah sosok yang mandiri. Sebagaimana mestinya orang dewasa, mandiri bukan berarti tidak membutuhkan bantuan. Pikiran bahwa kamu adalah sosok yang mandiri membuatmu mengenali batasan dirimu dan tidak mudah jatuh memuja orang lain. 
  2. Kenali dan kendalikan perasaan. Perasaan manusia itu berlapis-lapis. Hanya karena perasaan senang sesaat tidak berarti kamu bisa kehilangan kendali dan membiarkan diri jatuh cinta begitu saja pada seseorang.
  3. Memilah hal-hal objektif dan menyadari ‘red flag’. Sudah saatnya kamu memberi ruang pada logikamu saat memutuskan jatuh cinta pada seseorang. Apakah dia orang yang tepat? Ijinkan logikamu memberi penilaian.
  4. Mencoba aktivitas positif baru adalah salah satu cara agar tidak mudah jatuh cinta. Banyak hal positif yang bisa kamu lakukan bahkan dengan orang-orang lama di kehidupanmu. Luangkan waktu lebih untuk orang yang sudah pasti menyayangimu. Misalnya teman-teman dan keluarga.
  5. Cara agar tidak mudah jatuh cinta dan baper berikutnya adalah menjaga jarak dari orang tersebut. Beri kesempatan diri untuk memproses apa yang terjadi dengan cara menjauh sejenak. Saat itu, coba berdialog dengan diri sendiri, apakah ini perasaan cinta atau bukan?